Rabu, 06 April 2022

ARTIKEL TAJUK RENCANA

 

“Krisis Akhlak Generasi Milenial

 Terhadap Konvergensi Media Massa”

 

    Media massa merupakan sarana komunikasi massa yang berperan sebagai komunikator, dalam bahasa lainnya adalah agen of change yaitu pelopor perubahan dalam lingkungan public yang dapat mempengaruhi khalayak melalui pesan berupa informasi, hiburan, pendidikan maupun pesan-pesan lainnya dan dapat dijangkau oleh masyarakat luas. Berbagai jenis media massa yang mulai berkembang pesat seiring mengikuti kemajuan teknologi saat ini bak jamur yang tumbuh subur ditengah musim hujan. Media massa yang awalnya terbagi menjadi dua jenis yaitu media cetak dan media elektronik, kini perkembangan yang dirasakan sangat berpengaruh akibat dari dampak kemajuan digitalisasi saat ini.Metamorfosis media massa elektronik  melahirkan turunan canggih dan spektakuler yang kehadirannya tidak bisa dibendung bahkan menjadi kebutuhan yang menciptakan dua manfaat dimasayakat yaitu manfaat positif dan negative.,

            Konvergensi media massa menjadi media sosial saat ini memang benar-benar dirasakan dan sudah menjadi kebutuhan hampir seluruh maanusia dibelahan dunia. Perkembangan media massa menjadi media sosial yang marak saat ini dikemas dengan fitur dan tampilan menarik mulai dari youtube, facebook, whatshap, Instagram, line, tiktok, twiter, reddit, pinterest, tumblr dan lainnya. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, orang tua bahkan balita pun sudah terkontaminasi dengan kehadirannya. Penempatan media sosial keposisi yang positif sudah pasti akan memberikan dampak baik pula kepada manusia seperti percepatan informasi,alat pembelajaran yang praaktis dan media pintar yang setiap saat dapat memberikan manfaat bagi penggunanya. Namun demikian sebaliknya banyak penguna yang menjadi korban sia-sia dari efek negative kehadiran media sosial. Hal ini bisa merusak tatanan moral kehidupan manusia dimuka bumi, mulai generasi Y atau Milenial lahir pada rentang waktu 1980 – 1995 sampai generasi terbaru saat ini yaitu Generasi Z atau Gen Z adalah mereka yang lahir pada rentang 1995 - 2010. Kedua generasi inilah yang saat ini mendapat ancaman dan kekhawatiran lebih dalam menerima efek kemajuan media sosial. Jika salah dalam memposisikan kemajuan media maka jurang kehancuran sangat dekat seperti kerusakan akhlak generasi yang akan tergerus dengan pengaruh negativenya.

            Sisi negative kemajuan digitalisasi saat ini yang paling dikhawatirkan adalah pengaruh yang merusak moral dan akhlak manusia. Terutama generasi milenial yang rentan, hal ini karena generasi milenial yang rata-rata usia mereka masih memasuki fase mencari jati diri dan keinginan untuk mengetahui hal-hal lain yang lebih tinggi, menyebabkan kematangannya belum seutuhnya terbentuk atau bisa dikatakan pola fikir masih labil. Cara berfikir yang masih labil pada generasi milenial saat ini menjadi awal rusaknya moral atau krisis ahlak mereka. Lebih memprihatin lagi ketika pola fikir yang masih labil dan dimasuki oleh pengaruh-pengaruh lain yang semakin membuat hilangnya attitude, etika dan ahlak generasi ini. Pengaruh lingkungan dan media massa atau media sosial dan ditambah lagi lemahnya pengawasan dan kontrol dari orang tua, adanya krisis identitas serta faktor lain menjadi penyebab utama rusaknya moral anak bangsa. Jika hal ini berlarut-larut maka akan jadi seperti apa bangsa kita dimasa yang akan datang. Hal sederhana yang menjadi contoh generasi milenial sekarang adalah hilangya kebiasaan saling menghargai satu sama lain ketika berkumpul atau berdiskusi. Bahkan saat ngobrol santaipun sudah tidak saling pedulikan lagi. Istilah Phubbing tanpa kita sadari sudah merusak etika bermasyarakat dan bersosialisasi. Phubing adalah salah satu perilaku ketika kita mengajak berbicara ,maka saat itu lawan bicara kita sibuk dengan handphonenya seolah tidak memperhatikan lawan bicaranya. Maka sifat saling menghargai sudah tidak dirasakan lagi. Belum lagi sering kita jumpai sekelompok remaja yang berkumpul namun mereka tidak saling pedulikan asyik sendiri-sendiri bersama gudget atau handpone masing-masing.

     Berkembang media sosial melahirkan Phubbing yang akan  mengancam hubungan sosialmu. 

      Moral lebih dipahami sebagai suatu prinsip atau kebiasaan yang berhubungan dengan perilaku benar atau salah. Sementara etika adalah nilai moral dan norma yang menjadi pedoman, baik bagi suatu individu maupun suatu kelompok, dalam mengatur tindakan atau perilaku. Kedua perilaku ini sangat mempengaruhi ahlak manusia terutama ahlak generasi milenial yang rentan terhadap pengaruh kemajuan teknologi. Apabila salah dalam memposisikan perkembangan teknologi maka krisis ahlak mengancam generasi harapan bangsa.

            Era tahun 90-an adalah masa dimana belum masuknya digitalisasi yang berkembang seperti sekarang. Saat itu kita masih menikmati kebersamaan yang menyatu dengan alam, dimana proses komunikasi berjalan dengan lambat namun tidak mengurangi nilai dan mutu dari ahlak generasi saat itu. Tata krama, sopan santun , dan budaya yang tumbuh bersama diikuti tradisi tanpa terkontaminasi.









 

Suasana alami sebelum era digitalisasi

Namun tidak bisa dihindari dan dielakkan lagi kemajuan teknologi yang mendorong berkembang digitalisasi saat ini adalah bentuk penyesuain kebutuhan hidup terhadap perkembangan budaya dan kemampuan teknologi dengan kebutuhan manusia. Hanya saja menjadi tanggung jawab bersama menjaga ahlak generasi ditengah perkembangan dan kemajuan zaman. Sinergi antara kemajuan digitalisasi dan menjaga ahlak sangat penting agar tercipta keseimbangan dalam realisasi kehidupan manusia menuju generasi cerdas dan berahlak.

            Sebagai tanggung jawab bersama dalam mempersiapkan generasi milenial yang mampu bersaing secara global, sudah saatnya menanamkan pendidikan karakter sejak dini, memberikan pengawasan ekstra lebih dalam pergaulan terutama anak-anak yang mulai memasuki usia remaja agar tidak salah dalam memilih teman bergaul serta menempatkan diri dilingkungan yang tepat. Agar mereka tidak terjerumus dan salah dalam memilih serta memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka pembimbingan dan pengawasan terhadap generasi milenial benar-benar menjadi perhatian khusus dari orang tua, apalagi dengan kemajuan IPTEK sekarang yang membuat lebih gampang mengakses konten-konten yang berisi tidak baik sehingga membuat rusak moral dan perilaku anak bangsa. Semua konsep dan langkah-langkah pengawasan ini belum cukup untuk menyelamatkan moral dan ahlak generasi milenial dalam era media sosial  jika tanpa dibekali dengan wawasan agama, sehingga sebagai langkah pamungkas dalam mengimbangi kemajuan digitalisasi melalui perkembangan media sosial adalah sangat penting menanamkan nilai-nilai iman dan taqwa agar generasi muda mempunyai batasan dalam bertindak dan menyadari bahwa setiap tindakan yang dilakukan terutama yang mengarah kepada hal-hal negative selalu diawasi oleh Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keyakinan dan kepercayaan yang dianut..

            Intinya jika generasi anak bangsa ingin maju dan berdaya saing yang kuat serta jadi pemenang maka teruslah belajar dengan memanfaatkan kemajuan dan perkembangan teknologi, dengan dilandasi nilai agama, batasan pergaulan, pengawasan orang tua serta menjaga ahlak dan moral untuk mengimbangi kemajuan zaman dalam senergi yang bernilai positif,

 

 

 

 

Muara Enim,2 Desember 2021

Penulis

                                                                                                    SYAHRUL PADRI 

4 komentar:

3 Brand UMKM kereeeeen Menurut "IRUL MANCE (Manjang Cerite)

  Generasi muda yang sudah terlahir dalam era Milenial dan era digital saat ini harus menjadi mahluk penghuni bumi yang harus memiliki kekua...