ARTIKEL
TAJUK RENCANA
“Krisis Akhlak Generasi Milenial
Terhadap Konvergensi Media
Massa”
Media massa merupakan sarana
komunikasi massa yang berperan sebagai komunikator, dalam bahasa lainnya adalah
agen of change yaitu pelopor perubahan dalam lingkungan public yang
dapat mempengaruhi khalayak melalui pesan berupa informasi, hiburan, pendidikan
maupun pesan-pesan lainnya dan dapat dijangkau oleh masyarakat luas. Berbagai
jenis media massa yang mulai berkembang pesat seiring mengikuti kemajuan
teknologi saat ini bak jamur yang tumbuh subur ditengah musim hujan. Media
massa yang awalnya terbagi menjadi dua jenis yaitu media cetak dan media
elektronik, kini perkembangan yang dirasakan sangat berpengaruh akibat dari
dampak kemajuan digitalisasi saat ini.Metamorfosis media massa elektronik melahirkan turunan canggih dan spektakuler
yang kehadirannya tidak bisa dibendung bahkan menjadi kebutuhan yang
menciptakan dua manfaat dimasayakat yaitu manfaat positif dan negative., Konvergensi
media massa menjadi media sosial saat ini memang benar-benar dirasakan dan
sudah menjadi kebutuhan hampir seluruh maanusia dibelahan dunia. Perkembangan
media massa menjadi media sosial yang marak saat ini dikemas dengan fitur dan
tampilan menarik mulai dari youtube, facebook, whatshap, Instagram, line,
tiktok, twiter, reddit, pinterest, tumblr dan lainnya. Mulai dari anak-anak, remaja,
dewasa, orang tua bahkan balita pun sudah terkontaminasi dengan kehadirannya.
Penempatan media sosial keposisi yang positif sudah pasti akan memberikan
dampak baik pula kepada manusia seperti percepatan informasi,alat pembelajaran
yang praaktis dan media pintar yang setiap saat dapat memberikan manfaat bagi
penggunanya. Namun demikian sebaliknya banyak penguna yang menjadi korban
sia-sia dari efek negative kehadiran media sosial. Hal ini bisa merusak tatanan
moral kehidupan manusia dimuka bumi, mulai generasi Y atau
Milenial lahir pada rentang waktu 1980 – 1995 sampai generasi terbaru saat ini
yaitu Generasi Z atau Gen Z adalah mereka yang lahir pada rentang
1995 - 2010. Kedua generasi inilah yang saat ini mendapat ancaman dan
kekhawatiran lebih dalam menerima efek kemajuan media sosial. Jika salah dalam
memposisikan kemajuan media maka jurang kehancuran sangat dekat seperti
kerusakan akhlak generasi yang akan tergerus dengan pengaruh negativenya.
Sisi
negative kemajuan digitalisasi saat ini yang paling dikhawatirkan adalah
pengaruh yang merusak moral dan akhlak manusia. Terutama generasi milenial yang
rentan, hal ini karena generasi milenial yang rata-rata usia mereka masih
memasuki fase mencari jati diri dan keinginan untuk mengetahui hal-hal lain
yang lebih tinggi, menyebabkan kematangannya belum seutuhnya terbentuk atau
bisa dikatakan pola fikir masih labil. Cara berfikir yang masih labil pada
generasi milenial saat ini menjadi awal rusaknya moral atau krisis ahlak mereka.
Lebih memprihatin lagi ketika pola fikir yang masih labil dan dimasuki oleh
pengaruh-pengaruh lain yang semakin membuat hilangnya attitude, etika dan ahlak
generasi ini. Pengaruh lingkungan dan media massa atau media sosial dan
ditambah lagi lemahnya pengawasan dan kontrol dari orang tua, adanya krisis
identitas serta faktor lain menjadi penyebab utama rusaknya moral anak bangsa.
Jika hal ini berlarut-larut maka akan jadi seperti apa bangsa kita dimasa yang
akan datang. Hal sederhana yang menjadi contoh generasi milenial sekarang
adalah hilangya kebiasaan saling menghargai satu sama lain ketika berkumpul
atau berdiskusi. Bahkan saat ngobrol santaipun sudah tidak saling pedulikan
lagi. Istilah Phubbing tanpa kita sadari sudah merusak etika
bermasyarakat dan bersosialisasi. Phubing adalah salah satu perilaku ketika
kita mengajak berbicara ,maka saat itu lawan bicara kita sibuk dengan
handphonenya seolah tidak memperhatikan lawan bicaranya. Maka sifat saling
menghargai sudah tidak dirasakan lagi. Belum lagi sering kita jumpai sekelompok
remaja yang berkumpul namun mereka tidak saling pedulikan asyik sendiri-sendiri
bersama gudget
atau handpone masing-masing.
Moral lebih dipahami sebagai suatu prinsip
atau kebiasaan yang berhubungan dengan perilaku benar atau salah.
Sementara etika
adalah nilai moral dan norma yang menjadi pedoman, baik bagi suatu individu
maupun suatu kelompok, dalam mengatur tindakan atau perilaku. Kedua
perilaku ini sangat mempengaruhi ahlak manusia terutama ahlak generasi milenial
yang rentan terhadap pengaruh kemajuan teknologi. Apabila salah dalam
memposisikan perkembangan teknologi maka krisis ahlak mengancam generasi
harapan bangsa.
Era
tahun 90-an adalah masa dimana belum masuknya digitalisasi yang berkembang
seperti sekarang. Saat itu kita masih menikmati kebersamaan yang menyatu dengan
alam, dimana proses komunikasi berjalan dengan lambat namun tidak mengurangi
nilai dan mutu dari ahlak generasi saat itu. Tata krama, sopan santun , dan
budaya yang tumbuh bersama diikuti tradisi tanpa terkontaminasi.
Suasana alami sebelum era digitalisasi
Namun tidak bisa dihindari dan dielakkan lagi kemajuan teknologi yang mendorong berkembang digitalisasi saat ini adalah bentuk penyesuain kebutuhan hidup terhadap perkembangan budaya dan kemampuan teknologi dengan kebutuhan manusia. Hanya saja menjadi tanggung jawab bersama menjaga ahlak generasi ditengah perkembangan dan kemajuan zaman. Sinergi antara kemajuan digitalisasi dan menjaga ahlak sangat penting agar tercipta keseimbangan dalam realisasi kehidupan manusia menuju generasi cerdas dan berahlak.
Sebagai
tanggung jawab bersama dalam mempersiapkan generasi milenial yang mampu
bersaing secara global, sudah saatnya menanamkan pendidikan karakter sejak dini,
memberikan pengawasan ekstra lebih dalam pergaulan terutama anak-anak yang
mulai memasuki usia remaja agar tidak salah dalam memilih teman bergaul serta
menempatkan diri dilingkungan yang tepat. Agar mereka tidak terjerumus dan
salah dalam memilih serta memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi, maka pembimbingan dan pengawasan terhadap generasi milenial
benar-benar menjadi perhatian khusus dari orang tua, apalagi dengan kemajuan
IPTEK sekarang yang membuat lebih gampang mengakses konten-konten yang berisi
tidak baik sehingga membuat rusak moral dan perilaku anak bangsa. Semua konsep
dan langkah-langkah pengawasan ini belum cukup untuk menyelamatkan moral dan
ahlak generasi milenial dalam era media sosial jika tanpa dibekali dengan wawasan agama, sehingga
sebagai langkah pamungkas dalam mengimbangi kemajuan digitalisasi melalui
perkembangan media sosial adalah sangat penting menanamkan nilai-nilai iman dan
taqwa agar generasi muda mempunyai batasan dalam bertindak dan menyadari bahwa
setiap tindakan yang dilakukan terutama yang mengarah kepada hal-hal negative
selalu diawasi oleh Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keyakinan dan kepercayaan
yang dianut..
Intinya
jika generasi anak bangsa ingin maju dan berdaya saing yang kuat serta jadi
pemenang maka teruslah belajar dengan memanfaatkan kemajuan dan perkembangan
teknologi, dengan dilandasi nilai agama, batasan pergaulan, pengawasan orang
tua serta menjaga ahlak dan moral untuk mengimbangi kemajuan zaman dalam
senergi yang bernilai positif,
Muara Enim,2
Desember 2021
Penulis
SYAHRUL PADRI


Luar biasa
BalasHapusTerimakasih bung
HapusTerimakasih bung
HapusTerimakasih bung
Hapus