Jumat, 08 April 2022

 

“Difinisi film pendek & memahami genre film fiksi”

 

 

Dunia perfilman , khususnya  Indonesia sangat diminati oleh hampir semua element masyarakat baik itu generasi muda, remaja, milenial, orang tua bahkan anak-anak sekalipun. Namun secara selera dan minat kegemaran itulah yang menentukan pilihan dari tontonan film yang disaksikan oleh masing-masing generasi saat itu. Sesuai dengan selera masing-masing maka tidak dapat dipungkiri kehadiran film dengan berbagai genre yang disajikan oleh industry perfilaman nayris semuanya memiliki fans ataupun target sasaran yang akan menikmati setiap sajian dari film dengan genre itu sendiri.

Salah satu hal yang tidak asing selalu terngiang dalam pendengaran kita adalah film pendek yang selalu disajikan dalam layar televisi maupun android. Cara akses yang mudah dan gampang didapat saat ini membuat peredaran film sudah dapat dinikmati setgiap penggemar hingga ke pelosok des sekalipun.Film pendek sendiri adalah sebuah film naratif yang berdurasi pendek dan bercerita secara lugas dan singkat.Awal kemunculan film pendek sebenarnya sudah ada sejak tahun 1950-an kala itu dimulai dari Jerman dan Prancis.Namun di Indonesia sendiri mulai dikenal sekitar tahun sekitar tahun 1970-1974an dengan diawali dengan adanya festifal film m ini di Jakarta.

Dari beberapa genre film yang ditetapkan maka pada tulisan kali ini kita lebih mengerucut ke pembahasan dan pengenalan film dengan genre fiksi. Makna dari film fiksi itu sendiri adalah film yang mengandung cerita rekaan diluar kejadian nytata dengan konsep pengadeganan yang sudah dirancang sejak awal. Teori utamanya adalah adegan yang dirancang dengan menyajikan cerita rekaan yang sengaja dibuat dan dirancang. Cerita lazimnya memiliki protagonis dan antagonis.maslah dan konflik, relatif lebih kompleks serta menggunakan pemain dan kru dalam jumlah yang besar dengan produksi film yang relatif lebih lama,

Film fiksi sering menggunakan Teknik gaya documenter yang biasanya mengangkat tema keseharian menggunakan lokasi shot on location serta pemain non bintang.Banyak jenis-jenis film fiksi yang saat ini bersaing dan berbagai metode uaang disajikan untuk menarik minat penonton yang menjadi pangsa pasar dunia perfilman.Jenis-jenis film fiksi sendiri yang mampu kami sampaikan setidaknya saat ini ada sebilan jenis dengan beragam genre yang mampu menggugah hati penonton untuk menikmatinya, Diantara jenis-jenis film fiksi tersebut seperti yang disampaikan sebelumnya adalah film aksi/action, film pertualangan, film komedi, film thriller, film horror, film superhero, film biografi dan film fantasi.

Film aksi adalah genre film yang disajikan di mana protagonis atau protagonis didorong ke dalam serangkaian peristiwa yang biasanya termasuk kekerasan, pertempuran panjang, prestasi fisik, dan kejaran kejam.seperti contohnya film yang diproduksi dalam negeri dengan mengankat judul “ THE RAID 2_BERANDAL”

 Film ini sendiri di The Raid 2: Berandal adalah film seni bela diri dari Indonesia yang disutradarai oleh Gareth Evans dan dibintangi 

oleh Iko Uwais. Film ini adalah sekuel dari film The Raid.

 Dalam potongan ceritanya film ini mengangkat kisah kekuatan dari

 keinginan untuk menumpas sebuah kejahatan yang terjadi yang 

karena disebabkan dari akibat pembuhunan di salah satu loaksi 

perkebunan di Jakarta,

 

Film petualangan adalah juga bagian dari film fiksi ayang mengangkat genre sebuah petualangan seperti dalam contoh film dengan judul : National Treasure2. Film Petualangan adalah sebuah genre film yang menampilkan suatu

film yang banyak tantangan.

 Film petualangan berkisah tentang perjalanan,  eksplorasi,

 atau ekspedisi ke suatu wilayah  asing yang belum pernah tersentuh. 

 Film-film petualangan selalu menyajikan  panorama alam

 eksotis seperti hutan rimba,  pegunungan, savana, serta pulau terpencil

 

           Selanjutnya masih dalam genre film fiksi yang mengangkat tema kisah klasik  perseteruan antara sisi baik dan sisi jahat,  yakni kisah kepahlawanan sang tokoh  super dalam    membasmi kekuatan jahat.,Jenis film ini dikenal dengan genre Film superhero yaitu sebuah genre  fenomenal yang merupakan perpaduan  antara genre fiksi-ilmiah, aksi, serta  fantasi. Contoh filmnya adalah : Mortal Combat

Dari ulasan singkat diatas dapat dijadikan langkah awal untuk mengenal dunia film dan membuka wawasan tentang dunia perfilman yang saat ini semakin berkembang pesat. Sehingga menjadi pemicu untuk mengasah kemampuan dan ide kreatif kita dalam menciptakan cerita-cerita yang dapat di produksi dalam perfilman. Hendaknya meningkatkan minat baca serta menggali informasi untuk dunia perfilam baik secara produksi film ataupun metode-metode yang menjadi bagian dari definisi film akan memberikan sebuah prestasi positif yang akan dapat dinikmati khalayak banyak selama dunia perfilman masih eksis sepanjang masa.

 

Nama         : Syahrul Padri
Memahami film aksi bagian A
NPM          : 0120077  
MK            : SINEMATOGRAFI
 
 
MEMAHAMI FILM FIKSI BAGIAN A
 
Film Fiksi adalah film yang mengandung cerita rekaan diluar kejadian nyata dengan konsep pengadeganan yang dirancang sejak awal.
 
Jenis-jenis film fiksi diantaranya adalah sebagai berikut
a. Film aksi yaitu genre film dimana protagonis atau protogonis didorong kedalam serangkaian peristiwa yang biasanya termasuk kekerasan, pertempuran panjang, prestasi fisik, dan kejaran kejam.Film aksi (action) berhubungan dengan adegan-adegan aksi fisik seru, menegangkan, berbahaya, nonstop dengan tempo yang cepat 

genre aksi adalah genre yang paling adaftif dengan genre lainnya 

 

b. Film petualangan yaitu sebuah genre film yang menampilkan suatu film yang banyak tantangan,

Film petualangan berkisah tentang perjalanan, Eksplorasi, atau ekspedisi ke suatu wilayah asing yang belum pernah tersentuh. Film-film petualangan selalu menyajikan panorama alam eksotis seperti hutan rimba, pegunungan, savana, serta pulau terpencil

c. Film superhero yaitu sebuah genre fenomenal yang nmerupakan perpaduan antara genre fiksi-ilmiah,aksi, serta fantasi. Film suoerhero adalah kisah klasik perseteruan antara sisi baik dan sisi jahat, yakni kepahlawanan seorang tokoh super dalam membasmi kekuatan jahat

 

Next nanti kita lanjut dalam pembahasan berikutnya dan tetap follow blog kami,, see you bye-bye
 
 

Rabu, 06 April 2022

ARTIKEL TAJUK RENCANA

 

“Krisis Akhlak Generasi Milenial

 Terhadap Konvergensi Media Massa”

 

    Media massa merupakan sarana komunikasi massa yang berperan sebagai komunikator, dalam bahasa lainnya adalah agen of change yaitu pelopor perubahan dalam lingkungan public yang dapat mempengaruhi khalayak melalui pesan berupa informasi, hiburan, pendidikan maupun pesan-pesan lainnya dan dapat dijangkau oleh masyarakat luas. Berbagai jenis media massa yang mulai berkembang pesat seiring mengikuti kemajuan teknologi saat ini bak jamur yang tumbuh subur ditengah musim hujan. Media massa yang awalnya terbagi menjadi dua jenis yaitu media cetak dan media elektronik, kini perkembangan yang dirasakan sangat berpengaruh akibat dari dampak kemajuan digitalisasi saat ini.Metamorfosis media massa elektronik  melahirkan turunan canggih dan spektakuler yang kehadirannya tidak bisa dibendung bahkan menjadi kebutuhan yang menciptakan dua manfaat dimasayakat yaitu manfaat positif dan negative.,

            Konvergensi media massa menjadi media sosial saat ini memang benar-benar dirasakan dan sudah menjadi kebutuhan hampir seluruh maanusia dibelahan dunia. Perkembangan media massa menjadi media sosial yang marak saat ini dikemas dengan fitur dan tampilan menarik mulai dari youtube, facebook, whatshap, Instagram, line, tiktok, twiter, reddit, pinterest, tumblr dan lainnya. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, orang tua bahkan balita pun sudah terkontaminasi dengan kehadirannya. Penempatan media sosial keposisi yang positif sudah pasti akan memberikan dampak baik pula kepada manusia seperti percepatan informasi,alat pembelajaran yang praaktis dan media pintar yang setiap saat dapat memberikan manfaat bagi penggunanya. Namun demikian sebaliknya banyak penguna yang menjadi korban sia-sia dari efek negative kehadiran media sosial. Hal ini bisa merusak tatanan moral kehidupan manusia dimuka bumi, mulai generasi Y atau Milenial lahir pada rentang waktu 1980 – 1995 sampai generasi terbaru saat ini yaitu Generasi Z atau Gen Z adalah mereka yang lahir pada rentang 1995 - 2010. Kedua generasi inilah yang saat ini mendapat ancaman dan kekhawatiran lebih dalam menerima efek kemajuan media sosial. Jika salah dalam memposisikan kemajuan media maka jurang kehancuran sangat dekat seperti kerusakan akhlak generasi yang akan tergerus dengan pengaruh negativenya.

            Sisi negative kemajuan digitalisasi saat ini yang paling dikhawatirkan adalah pengaruh yang merusak moral dan akhlak manusia. Terutama generasi milenial yang rentan, hal ini karena generasi milenial yang rata-rata usia mereka masih memasuki fase mencari jati diri dan keinginan untuk mengetahui hal-hal lain yang lebih tinggi, menyebabkan kematangannya belum seutuhnya terbentuk atau bisa dikatakan pola fikir masih labil. Cara berfikir yang masih labil pada generasi milenial saat ini menjadi awal rusaknya moral atau krisis ahlak mereka. Lebih memprihatin lagi ketika pola fikir yang masih labil dan dimasuki oleh pengaruh-pengaruh lain yang semakin membuat hilangnya attitude, etika dan ahlak generasi ini. Pengaruh lingkungan dan media massa atau media sosial dan ditambah lagi lemahnya pengawasan dan kontrol dari orang tua, adanya krisis identitas serta faktor lain menjadi penyebab utama rusaknya moral anak bangsa. Jika hal ini berlarut-larut maka akan jadi seperti apa bangsa kita dimasa yang akan datang. Hal sederhana yang menjadi contoh generasi milenial sekarang adalah hilangya kebiasaan saling menghargai satu sama lain ketika berkumpul atau berdiskusi. Bahkan saat ngobrol santaipun sudah tidak saling pedulikan lagi. Istilah Phubbing tanpa kita sadari sudah merusak etika bermasyarakat dan bersosialisasi. Phubing adalah salah satu perilaku ketika kita mengajak berbicara ,maka saat itu lawan bicara kita sibuk dengan handphonenya seolah tidak memperhatikan lawan bicaranya. Maka sifat saling menghargai sudah tidak dirasakan lagi. Belum lagi sering kita jumpai sekelompok remaja yang berkumpul namun mereka tidak saling pedulikan asyik sendiri-sendiri bersama gudget atau handpone masing-masing.

     Berkembang media sosial melahirkan Phubbing yang akan  mengancam hubungan sosialmu. 

      Moral lebih dipahami sebagai suatu prinsip atau kebiasaan yang berhubungan dengan perilaku benar atau salah. Sementara etika adalah nilai moral dan norma yang menjadi pedoman, baik bagi suatu individu maupun suatu kelompok, dalam mengatur tindakan atau perilaku. Kedua perilaku ini sangat mempengaruhi ahlak manusia terutama ahlak generasi milenial yang rentan terhadap pengaruh kemajuan teknologi. Apabila salah dalam memposisikan perkembangan teknologi maka krisis ahlak mengancam generasi harapan bangsa.

            Era tahun 90-an adalah masa dimana belum masuknya digitalisasi yang berkembang seperti sekarang. Saat itu kita masih menikmati kebersamaan yang menyatu dengan alam, dimana proses komunikasi berjalan dengan lambat namun tidak mengurangi nilai dan mutu dari ahlak generasi saat itu. Tata krama, sopan santun , dan budaya yang tumbuh bersama diikuti tradisi tanpa terkontaminasi.









 

Suasana alami sebelum era digitalisasi

Namun tidak bisa dihindari dan dielakkan lagi kemajuan teknologi yang mendorong berkembang digitalisasi saat ini adalah bentuk penyesuain kebutuhan hidup terhadap perkembangan budaya dan kemampuan teknologi dengan kebutuhan manusia. Hanya saja menjadi tanggung jawab bersama menjaga ahlak generasi ditengah perkembangan dan kemajuan zaman. Sinergi antara kemajuan digitalisasi dan menjaga ahlak sangat penting agar tercipta keseimbangan dalam realisasi kehidupan manusia menuju generasi cerdas dan berahlak.

            Sebagai tanggung jawab bersama dalam mempersiapkan generasi milenial yang mampu bersaing secara global, sudah saatnya menanamkan pendidikan karakter sejak dini, memberikan pengawasan ekstra lebih dalam pergaulan terutama anak-anak yang mulai memasuki usia remaja agar tidak salah dalam memilih teman bergaul serta menempatkan diri dilingkungan yang tepat. Agar mereka tidak terjerumus dan salah dalam memilih serta memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka pembimbingan dan pengawasan terhadap generasi milenial benar-benar menjadi perhatian khusus dari orang tua, apalagi dengan kemajuan IPTEK sekarang yang membuat lebih gampang mengakses konten-konten yang berisi tidak baik sehingga membuat rusak moral dan perilaku anak bangsa. Semua konsep dan langkah-langkah pengawasan ini belum cukup untuk menyelamatkan moral dan ahlak generasi milenial dalam era media sosial  jika tanpa dibekali dengan wawasan agama, sehingga sebagai langkah pamungkas dalam mengimbangi kemajuan digitalisasi melalui perkembangan media sosial adalah sangat penting menanamkan nilai-nilai iman dan taqwa agar generasi muda mempunyai batasan dalam bertindak dan menyadari bahwa setiap tindakan yang dilakukan terutama yang mengarah kepada hal-hal negative selalu diawasi oleh Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keyakinan dan kepercayaan yang dianut..

            Intinya jika generasi anak bangsa ingin maju dan berdaya saing yang kuat serta jadi pemenang maka teruslah belajar dengan memanfaatkan kemajuan dan perkembangan teknologi, dengan dilandasi nilai agama, batasan pergaulan, pengawasan orang tua serta menjaga ahlak dan moral untuk mengimbangi kemajuan zaman dalam senergi yang bernilai positif,

 

 

 

 

Muara Enim,2 Desember 2021

Penulis

                                                                                                    SYAHRUL PADRI 

3 Brand UMKM kereeeeen Menurut "IRUL MANCE (Manjang Cerite)

  Generasi muda yang sudah terlahir dalam era Milenial dan era digital saat ini harus menjadi mahluk penghuni bumi yang harus memiliki kekua...